Ketika UANG merubah impianku

“Pokonya aku pengen kedokteran, ng mau yg lain!!cita2 ku itu jadi dokter ma , bukan jadi teknik mesin seperti apa yg bapak bilang.” Yaa, kata2 ini pernah terlontar dari bibir ku ketika ku memutuskan untuk melanjutkan kuliah…

entah apa yang ada dibenak ku, aku memutuskan untuk menggapai cita2 ku sebagai dokter , ya dokter !!kedengarannya sangat mustahil, aku anak yang biasa saja, pintar juga ng, rajin jga ng, ingin jadi dokter!!ohmygod….
Detik demi detik, jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun terlalu berlalu hingga ku tiba saatnya ku memutuskan untuk melanjutkan kuliah apa tidak??ya , sangat membuatku bingung, saya kekeh ingin tetap menjadi dokter, tapi…..
hari hari itu kulalui hanya memikirkan hal ini, hal yang sepele menurutku ternyata tidak…. Hati ini terasa seperti batu ,ttap kekeh pada pendirian ku untuk menjadi seorang dokter.

Aku berusaha mencari solusi kemana2 , ke guru , ke teman2 , ke BK . Tetap saja, mereka menginginkan ku untuk masuk pada jurusan itu. Ya aku tau??aku juga ingin masuk disitu, tapi semua itu seakan menjadi sia-sia.. Aku mulai stress memikirkan hal ini, seakan aku terperangkap dalam keinginan dan kemauan.
dokter dokter dokter dokter dokter dokter dokter dokter, ya selalu kata2 itu yang terngiang dan menghantui ku setiap saat. Seakan mereka selalu mengikuti ku kemanapun aku pergi.

hari pembicaraan dengan orang tua pun tiba, aku kakak2 ku dan orang tua ku ngumpul diruang keluarga.. mama ku memulai pembicaraan
Mama : “jadi gimana dik?? Kamu mau nya jurusan apa??”
aku. : ya itu ma, restu maunya cuma dokter, yg srek cuma dokter ng ada yg lain. Lagian kalau jurusan kesehatan itu insyaallah kedepannya bagus, karena dibutuhkan teruss,
Mama : ng ada minta buat jurusan lain???
Bapak : masuk teknik mesin aja dik??
Aku : ah ng ada ma, yg srek itu ya cuman itu, apakgi mesin pak, kunci2 aja aku ng tau apak, mau masuk mesin..
kakak : santai aja ngomong nya, sama orangtua kok kaya gitu
***keadaan mulai ng kondusif***
Mama. : sekarang kamu pikir, orang kaya aja pengen anaknya kuliah tapi anaknya ng mau, ini malah kebalik dengan kamu….
Aku. : ya beda lah ma, lagian restu masuk SMA kan agar restu bisa ngelanjutin kuliah jadi dokter.
Mama : iy dik, iya. Mama tau?? Tapi coba kamu pikir , biaya dokter itu berapa, blm lagi ini itunya , pasti sebentar2 minta duit terus, kamu liat bapak mu itu sdh mau pensiun, kamu kuliah 4 tahun, mau dpt duit drimana?? Kakak2 mu juga ng sanggup ngebiayai sampe 100juta lebih…
Aku : yasdh terserah aja, kalau perlu ng usah kuliah. Kerja aja..
mama. : kamu dibilang seperti itu. kamu pikir juga, kondisi skrng gmna, kita bisa makan aja sdh bersyukur….
***Akupun hanya bisa diam***
pembicaraan pun trhenti, aku pun ng pengen liat wajah orang tua ku dan kakak ku, mereka semua menangis. Aku berusaha untuk tidak mengeluarkan airmata.
Tiba-tiba …..
Mama. : mama bapak hanya bisa ngebiayain kamu di bawah 50juta, jujur kalau diatas 100juta mama sama bapak mg sanggup
Kakak. : **sambil nada nangis** sudah cari yg lain aja tu, uang jajan sama spp biar ntr kakak2 mu ini yg bayar, kamu ng kasian kah? Sama bapak kerja keras buat kamu, mama jualan buat nambah2 biaya. Kamunya malah keras kepala??
***jujur aku ng bisa berbicara apa2 aku hanya tunduk dan menahan air mata….. Akhirnya akupun memberanikan diri untuk memutuskan***
Aku. : yasdh restu ngambil farmasi aja, biayanya jga ng sampe 100juta ***jujur setengah hati aku mengucapkan ini***
Mama. : ya sdh, nanti diomongin lagi. Tidur sudah kamu….

dari perbincangan panas itulah, aku semakin bingung. Disatu sisi hati ini menginginkan dokter, disatu sisi demi orangtua aku memutuskan ngambil farmasi. Akupun sempat berpikir ” kenapa aku ng kaya, seperti orang2 disana. Kenpa untuk menggapai cita2 saja perlu penderitaan seperti ini” …..

3 bulan setelah itu akhirnya aku masuk farmasi, ( ya karena kedokteran tidak lulus ) ….. akupun berdoa semoga aku bisa betah dan nyaman dijurusan ini… pesan orangtua ku sebelum aku memutuskan kulaih dijawa “jalani aja dik, insyaallah bisa. Kalau ada rezeki lagi nanti bisa ngelanjutin cita2 mu,”

kata2 itu yang selalu aku pikirkan, sampai akhirnya aku tetap bertahan dijurusan ini sampai semester 2 sekarang….

2 Comments

Add yours →

  1. bukan masalah uang, bukan masalah pintar, bukan masalah apa-apa. Tapi Jalan Allahlah yg mengantarkan kita pada sebuah pilihan.
    .
    Walaupun terkadang pilihan itu bukan keinginan kita. Tapi apa daya? Siapa kita?
    Allah lebih tau mana yang terbaik🙂 dan yakinlah, kamu juga bisa jadi yang TERBAIK lewat pilihan Allah🙂
    Be the Best Pharmasist ya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: